Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Disetop Sementara, AMDAL dan PBG Belum Tuntas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 15:48:33 WIB

PURWAKARTA, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Centers di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Proyek senilai Rp3,5 triliun itu belum mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Penghentian dilakukan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pada Senin (28/9/2026). Padahal, Dedi sendiri hadir dalam acara peletakan batu pertama proyek tersebut enam hari sebelumnya, Selasa (22/9/2026), bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan jajaran pimpinan BDx.

"PBG dan AMDAL belum keluar. Berhentikan dulu pembangunannya," kata Dedi Mulyadi.

Bukan Penolakan Investasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Adi Komar membenarkan penghentian sementara tersebut. Menurutnya, keputusan diambil setelah Gubernur meninjau langsung lokasi dan mengetahui perizinan proyek belum selesai.

Dalam pengecekan pemerintah, proses AMDAL proyek tersebut masih berlangsung di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta. Adapun AMDAL dan PBG merupakan izin yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta, sementara Pemprov Jabar berperan dalam pengawasan dan koordinasi.

Adi menegaskan, penghentian sementara bukan bentuk penolakan terhadap investasi BDx. Ia menyebut BDx telah menyatakan kesediaan untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Dedi Mulyadi juga menyatakan tetap mendukung investasi di Jawa Barat dengan syarat proyek memperhatikan aspek lingkungan.

Tak Ada Aktivitas di Lokasi

Pemerintah Kabupaten Purwakarta memastikan proyek belum boleh dilanjutkan sebelum seluruh persyaratan dipenuhi. Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan mengatakan, hingga Kamis (1/10/2026), sudah tidak ada aktivitas pembangunan di lokasi.

"Seperti arahan Gubernur Jawa Barat, pengelola harus melengkapi terlebih dahulu syarat-syaratnya, seperti perizinan AMDAL," ujarnya. Sementara itu, pengajuan PBG proyek tersebut disebut masih dalam tahap perbaikan.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein juga meminta AMDAL diselesaikan sebelum pembangunan dilanjutkan. Terkait kebutuhan air, ia meminta hal tersebut dikonfirmasi kepada Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku pengelola sumber daya air.

Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Selain soal izin, kebutuhan air pusat data menjadi perhatian utama. Berdasarkan penjelasan yang diterima Dedi, kebutuhan air pada tahap awal sekitar 6.000 meter kubik per hari. Pada tahap pengembangan berikutnya, kebutuhan diperkirakan mencapai 384 liter per detik, atau sekitar 33.000 meter kubik per hari.

Dedi meminta kebutuhan air dihitung sejak awal agar tidak mengganggu alokasi air bagi petani yang selama ini mengandalkan Waduk Jatiluhur. Ia juga mendorong dokumen AMDAL proyek dibuka ke publik.

Di sisi lain, Pemprov Jabar menyebut hasil pengecekan menunjukkan pihak BDx, Jasa Tirta, dan PDAM Kabupaten Purwakarta telah memastikan operasional pusat data tidak akan mengganggu suplai air untuk warga maupun pertanian.

Rosan Akan Bicara dengan Pemprov Jabar

Penghentian proyek ini turut menarik perhatian pemerintah pusat. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengaku belum menerima informasi lengkap dan akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat.

"Ya nanti ini kan saya baru balik. Nanti saya bicara dengan mereka," kata Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Adapun BDx menyatakan masih mengonfirmasi detail terkait penghentian proyek tersebut.

IESR Minta Kajian Menyeluruh

Lembaga think tank Institute for Essential Services Reform (IESR) mendukung penghentian sementara tersebut. IESR menilai kebutuhan air proyek, yang setara lebih dari 12 juta meter kubik per tahun, bersumber dari Waduk Jatiluhur yang menjadi tulang punggung irigasi di lumbung padi Jawa Barat.

IESR meminta masa penghentian dimanfaatkan untuk kajian yang serius, bukan sekadar mempercepat penerbitan izin. Lembaga itu mendesak AMDAL dan kajian sosial-lingkungan disusun dengan melibatkan masyarakat terdampak, termasuk petani, serta dibuka ke publik. IESR juga menyoroti besarnya konsumsi listrik proyek berkapasitas 640 MW tersebut.

Kampus Data Center AI 640 MW

Proyek yang dihentikan adalah AI Campus 2 (CGK4) milik BDx Indonesia, perusahaan patungan BDx Data Centers yang berbasis di Singapura bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan Lintasarta. Kawasan pusat data ini direncanakan berkapasitas hingga 640 MW dan berjarak sekitar 5 kilometer dari Bendungan Jatiluhur.

Pembangunan direncanakan bertahap selama sekitar tiga tahun dengan enam gedung. Gedung pertama ditargetkan berkapasitas 120 MW, dengan fase pertama yang telah dikontrak diharapkan beroperasi pada awal 2027. Proyek ini berdiri di atas lahan 8.000 meter persegi dengan kawasan pengembangan mencapai 11 hektare.

Fasilitas tersebut dirancang menggunakan teknologi pendingin cair langsung ke cip (direct-to-chip liquid cooling) dengan kapasitas hingga 500 kW per rak. CGK4 juga telah mengantongi sertifikasi program NVIDIA DGX-Ready Colocation Data Center sejak April 2025.

Halaman :

Terkini