JAKARTA— PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana pengambilalihan 29,88% saham perseroan oleh emiten periklanan PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH).
Berdasarkan surat penjelasan tertanggal 6 Oktober 2026, INET mengonfirmasi informasi mengenai rencana pengalihan 6,685 miliar saham milik PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) kepada PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), entitas terkait DOOH.
Saham tersebut rencananya dialihkan dengan harga Rp300 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,005 triliun.
Senior Vice President Corporate Secretary INET Arki Rifazka menjelaskan bahwa perseroan dalam transaksi tersebut hanya berposisi sebagai objek transaksi. INET tidak terlibat dalam perjanjian maupun proses negosiasi komersial antara para pihak.
"Transaksi tersebut masih berupa rencana dan perseroan belum menerima dokumen transaksi dari para pihak. Namun, berdasarkan konfirmasi dari AKUN, harga Rp300 per saham dicapai berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dengan mempertimbangkan hasil laporan Penilai Independen," ujar Arki dalam keterbukaan informasi, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan penelusuran perseroan terhadap Laporan Pendapat Kewajaran atau Fairness Opinion, AKUN dan CNI telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham pada 1 September 2026.
Pelaksanaan transaksi tersebut selanjutnya masih bergantung pada persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) DOOH yang dijadwalkan pada 9 November 2026.
Pengendali dan Fokus Bisnis Tidak Berubah
Manajemen INET menegaskan bahwa setelah transaksi selesai, AKUN tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Adhie M. Massardi juga tetap menjadi penerima manfaat akhir atau ultimate beneficial owner pada tingkat individu.
Manajemen menyatakan hingga saat ini belum terdapat perubahan terhadap rencana strategis bisnis, diversifikasi usaha, maupun rencana perubahan susunan manajemen direksi dan komisaris INET.
"Perseroan tetap berfokus untuk terus melakukan pengembangan di bidang layanan internet, konektivitas jaringan backbone fiber optic darat maupun bawah laut, pengembangan data center, serta alih daya melalui entitas anak," pungkas Arki.
Terkait potensi kolaborasi atau sinergi bisnis dengan DOOH, manajemen INET menyatakan terbuka terhadap berbagai peluang yang ada.
Namun, hingga saat ini belum terdapat perjanjian definitif yang ditandatangani oleh INET dan DOOH.