BOGOR — Aktivitas para pengemudi ojek online dan ambulans yang sehari-hari berada di jalan raya mendapat perhatian melalui program CSR Rumah Sakit Azra Bogor.
Sebanyak 100 driver ojol dan ambulans di Kota Bogor mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Para penerima manfaat merupakan peserta kategori Bukan Penerima Upah (BPU). Perlindungan tersebut diberikan sebagai bagian dari kegiatan CSR RS Azra yang digelar bersama sejumlah pihak terkait.
Bagi pengemudi, risiko di jalan menjadi bagian dari aktivitas pekerjaan sehari-hari. Karena itu, keberadaan jaminan sosial menjadi salah satu bentuk perlindungan ketika mereka menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko kematian.
Kegiatan yang berlangsung di RS Azra Bogor tersebut turut dihadiri Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor Bayu Marwanto, S.E., M.Ak., Kepala Cabang Jasa Raharja Bogor Ni Lum Made Ernayani, S.E., Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polresta Bogor Kota Ipyu Mario Herlambang, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Dine Novaliza Dewi, Kasubnit I Kamsel Ipda Widodo, serta Direktur RS Azra dr. Irma Rismayanty, MM.
Tak hanya memberikan perlindungan jaminan sosial, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelatihan Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar.
Pelatihan diberikan oleh dr. Marvelino dari RS Azra. Para peserta mendapatkan materi mengenai langkah awal dalam menghadapi seseorang yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.
Kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi penting bagi pengemudi yang banyak beraktivitas di jalan. Mereka berpotensi menemukan kecelakaan atau situasi darurat sebelum petugas medis tiba di lokasi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mengikuti sesi praktik. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pengemudi untuk melakukan pertolongan awal secara tepat sambil menunggu bantuan medis profesional.
Direktur RS Azra dr. Irma Rismayanty mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menurut dia, para pengemudi merupakan bagian dari kelompok yang memiliki peran dalam mendukung mobilitas serta pelayanan kesehatan di Kota Bogor.
Program tersebut juga memperlihatkan keterlibatan sejumlah institusi, mulai dari rumah sakit, BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja hingga kepolisian.
Selain memberikan perlindungan kepada pekerja informal, kegiatan ini diharapkan turut mendorong perhatian terhadap keselamatan di jalan dan kesejahteraan pekerja sektor informal di Kota Bogor.
RS Azra berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.