Tim Patriot UI 12 Terapkan Posyandu 5 Meja di Werabur Papua Barat untuk Cegah Stunting

Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:38:02 WIB

WERABUR, PAPUA BARAT – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) 12 menggelar pelayanan kesehatan terpadu di Kampung Werabur, Papua Barat, melalui penerapan sistem Posyandu 5 Meja. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas kader kesehatan lokal, mendukung pencegahan stunting, serta meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Kegiatan yang dipimpin drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K), Ph.D., bersama anggota tim Refaldo, Fitria, Gilar, Iky, dan Evan ini melibatkan kader kesehatan, Puskesmas Werabur, serta masyarakat setempat.

Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut sejak pagi hari. Peserta terdiri atas balita, ibu hamil, ibu menyusui, anak usia prasekolah, lansia, dan kader kesehatan yang memanfaatkan layanan pemeriksaan serta edukasi kesehatan.

Kepala Puskesmas Werabur, Kris, turut hadir dan membuka kegiatan tersebut bersama tenaga kesehatan setempat.

Sistem Posyandu 5 Meja Tingkatkan Efektivitas Pelayanan

Anggota TEP UI 12, Refaldo, menjelaskan bahwa penerapan sistem Posyandu 5 Meja dirancang untuk membuat alur pelayanan kesehatan dasar lebih terstruktur, efisien, dan terukur.

Sistem ini membagi pelayanan ke dalam lima tahapan, mulai dari pendaftaran hingga penyuluhan kesehatan. Pembagian tersebut diharapkan membantu kader melakukan pendataan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih teratur.

Pada Meja 1, petugas melakukan pendaftaran dan pendataan peserta. Selanjutnya, Meja 2 digunakan untuk penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan.

Di Meja 3, hasil pengukuran dicatat dan digunakan untuk membantu menilai status gizi peserta. Tahapan berikutnya, yakni Meja 4, mencakup pelayanan kesehatan umum dan gigi-mulut, konsultasi, serta pelayanan vaksinasi dan imunisasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Meja 5 difokuskan pada penyuluhan dan edukasi kesehatan, termasuk upaya pencegahan stunting. Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.

Melalui sistem tersebut, proses pelayanan diharapkan berjalan lebih sistematis sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat dapat teridentifikasi dan ditangani dengan lebih baik.

Cegah Stunting melalui Edukasi dan Pemberian Makanan Tambahan

Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Posyandu di Kampung Werabur. Melalui pemeriksaan pertumbuhan, pencatatan status gizi, dan penyuluhan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan anak.

Pemberian makanan tambahan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Makanan tersebut diolah oleh mama-mama yang aktif dalam kepengurusan di Kampung Werabur.

Menu yang disediakan meliputi bubur kacang hijau, susu, nasi, telur, ayam, sayuran, lauk-pauk, serta jajanan olahan lokal.

Penyediaan makanan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi peserta, khususnya balita dan ibu hamil. Adapun pencegahan stunting tetap membutuhkan upaya berkelanjutan, termasuk pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan makanan tambahan juga memperlihatkan peran warga dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan di lingkungan mereka.

Kader Posyandu Werabur Rasakan Manfaat Sistem 5 Meja

Penerapan Posyandu 5 Meja mendapat respons positif dari para kader kesehatan setempat. Ketua Kader Posyandu Werabur, Mama Iso, mengatakan bahwa sebelumnya pelayanan posyandu di kampung tersebut masih menggunakan sistem tiga meja.

Menurutnya, pembaruan alur pelayanan membantu kader menjalankan tugas dengan lebih teratur dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

"Sistem posyandu 5 meja ini sangat efektif dan memudahkan kami para kader dalam bekerja serta melayani masyarakat secara lebih teratur," ujar Mama Iso.

Ia memimpin tim yang terdiri atas 10 kader posyandu. Dukungan terhadap peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat membantu keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat, bahkan setelah kegiatan pendampingan berlangsung.

Selain menerapkan sistem pelayanan terpadu, TEP UI 12 juga menyerahkan bantuan berupa satu set timbangan, alat ukur antropometri, serta sikat dan pasta gigi.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemantauan pertumbuhan anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Kolaborasi Tim Patriot UI dan Warga Perkuat Layanan Kesehatan

Kegiatan di Kampung Werabur menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan warga dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar.

Melalui penerapan sistem Posyandu 5 Meja, TEP UI 12 berharap kader lokal dapat meningkatkan keterampilan dalam melakukan pendataan, pengukuran antropometri, pencatatan status gizi, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Program ini juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi upaya pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta perawatan kesehatan gigi dan mulut di wilayah Papua Barat.

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia merupakan program pengabdian masyarakat dan riset terpadu mahasiswa UI melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan akses kesehatan, dan pengembangan potensi daerah, khususnya di wilayah pelosok dan perbatasan Indonesia.

Kegiatan tersebut turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan pengentasan kemiskinan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta pendidikan berkualitas.

Terkini